Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

Cuybar –┬áTekanan darah tinggi pada ibu hamil perlu mendapat perhatian serius. Kondisi ini jangan dianggap enteng, Bu. Jika tidak dikontrol dan dikelola dengan baik, kondisi ini dapat bertahan dan menimbulkan risiko komplikasi lainnya. Misalnya seperti preeklamsia atau bahkan masalah saat melahirkan. Oleh karena itu, saat Anda berkonsultasi ke dokter, biasanya hal itu menjadi salah satu hal yang perlu Anda lakukan untuk memeriksa tekanan darah. Jika Anda menemukan sesuatu yang aneh, atau ibu Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil, jangan diskusikan dengan dokter Anda.

1. Perhatikan pola makan

Pengaturan pola makan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan jika Anda memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi, terutama saat hamil. Memilih menu dan bahan makanan juga penting. Asupan yang sebaiknya Anda pilih mengandung banyak asam lemak esensial, kalsium, magnesium dan vitamin D. Nutrisi ini penting untuk menjaga tekanan darah. Beberapa contoh makanan yang bisa Anda konsumsi antara lain alpukat, minyak zaitun, ikan, sumber kalsium seperti bayam, kangkung dan brokoli. Buah-buahan seperti pir, aprikot, stroberi, apel dan delima juga bisa dijadikan jajanan buat mama. Untuk sumber vitamin D, Anda bisa mengonsumsi keju, telur, hati sapi, dan produk olahan susu lainnya.

Hindari penggunaan garam yang berlebihan saat memasak, untuk menurunkan dan menjaga tekanan darah selama kehamilan, lapor Healthline. Selain itu, Anda tidak boleh terlalu banyak mengonsumsi bahan pengawet dan makanan tinggi gula.

2. Ikuti anjuran dokter untuk minum obat

Dalam beberapa kasus, dokter sering meresepkan obat untuk Mama. Apalagi jika tekanan darah tinggi berisiko mempengaruhi kesehatan janin. Jangan khawatir, Bu. Ikuti rekomendasi dokter Anda jika Anda telah diberi resep obat. Minum sesuai resep yang diberikan. Dokter, tentu saja, mempertimbangkan efeknya pada kehamilan ibu Anda. Jika Anda masih ragu, tidak ada salahnya bertanya dan berkonsultasi sebelum Anda memahami secara pasti mengapa dokter memberikan obat tersebut. Menurut Mayo Clinic, memang ada beberapa jenis obat untuk tekanan darah tinggi yang sebaiknya tidak diminum saat hamil. Hal tersebut karena dikhawatirkan komposisi obat tersebut dapat mempengaruhi janin. Oleh karena itu, jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, tanyakan kepada dokter Anda.

3. Cari Gejala yang Tidak Biasa

Cobalah untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh saat tekanan darah ibu Anda mudah naik. Misalnya, hindari stres yang berlebihan dan batasi aktivitas ibu. Betapapun padatnya pekerjaan tersebut, selalu berikan waktu yang cukup untuk istirahat sejenak. Memaksakan diri untuk melakukan terlalu banyak aktivitas juga dapat menurunkan kesehatan ibu Anda. Jika Anda terlalu stres, Anda sering merasa pusing, tidak fokus dan mulai kehilangan kendali, segera berikan waktu pada tubuh Anda untuk beristirahat.

4. Jangan lupa berolahraga

Berolahraga dan tetap aktif secara fisik merupakan salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga tekanan darah. Terutama untuk menjaga kelancaran aliran darah dalam tubuh. Jika Anda lebih sering diam, aliran darah Anda mungkin menjadi lemah. Selain itu, otot-otot di tubuh akan terasa lebih kencang. Tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan olahraga yang sulit; berikan setidaknya 30 menit sehari untuk pelatihan. Misalnya seperti prenatal yoga, berenang atau jalan kaki. Tapi perhatikan juga, Ma. Jika hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa Anda perlu istirahat total, atau tirah baring, jangan memaksakan diri untuk berolahraga terus-menerus. Diskusikan dengan dokter Anda apakah Anda boleh berolahraga. Jika memungkinkan, tanyakan juga seperti apa jadwal dan jenis olahraganya yang aman untuk Mama.

5. Hindari merokok dan minuman beralkohol

Merokok dan menjadi perokok pasif berdampak negatif pada ibu hamil. Apalagi jika Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Menurut American Heart Association, merokok dan paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko zat berlemak (plak) di pembuluh darah, atau aterosklerosis. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini juga menyebabkan tekanan darah tinggi akibat pembuluh darah yang menyempit. Sementara itu, Mayo Clinic melaporkan konsumsi alkohol juga bisa meningkatkan tekanan darah tanpa disadari.

6. Kontrol berat badan Anda

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic dijelaskan bahwa tekanan darah secara khusus dipengaruhi oleh penambahan berat badan akibat adanya lemak di area perut, atau lemak perut. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membahayakan kondisi tubuh secara keseluruhan lho, Bu. Jika berat badan ibu Anda saat ini terlalu banyak, coba kurangi sebanyak mungkin dan cegah agar tidak naik secara berlebihan.

7. Pantau tekanan darah secara teratur

Lebih baik jika Anda memiliki alat pengukur tekanan darah sendiri di rumah. Dengan begini, Mama bisa memantau tekanan darah secara teratur. Jika terjadi peningkatan yang drastis, Anda bisa segera berkonsultasi ke dokter dan mengobatinya sejak dini. Tekanan darah baru bisa diketahui secara pasti dengan pemeriksaan dengan alat, bukan hanya gejalanya saja, Ma. Jadi, lakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur sebanyak mungkin.

Itu tadi beberapa cara menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil di rumah. Tetap sehat, Bu dengan menggunakan jam tangan kesehatan dari dr laser.